Pro Kontra Dulur Ganjar dan Gema Puan Maharani

Jakarta Suroto bahkan cerita, Gema Puan malah menggunakan orang-orangnya untuk mendukung saat melakukan deklarasi beberapa waktu lalu.

"Saya bilang saya ketawa saja, karena yang dipanggil itu orang-orang saya, DPD-DPD itu (untuk dukung Gema Puan) iya. Terus saya bilang, saya demennya Pak Ganjar kok gimana.

Terus ditanya duit darimana, duit dari rakyat, rakyat yang seneng kok. Temen-temen saya bilang begitu yang DPD, kan dia bingung bisa bikin spanduk, bikin baju, mereka iuran," jelas Suroto.

Sementara itu, Menanggapi DGP, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mengatakan, relawan tersebut bukan dibentuk PDIP.

"Bukan, enggak ada," ujar Bambang di DPR, Kamis (6/5).

Nama Ganjar memang salah satu yang moncer di survei elektabilitas calon presiden. Ganjar bersaing dengan nama besar lainnya seperti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Namun, Bambang tidak masalah jika sudah ada relawan yang mendukung Ganjar. Dia hanya menegaskan, setiap kader PDIP harus tunduk terhadap perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Apalagi jika bicara tiket capres 2024.

"Lagi saya tidak merendahkan kalau orang punya mau saya anggap biar saja. Tapi kader partai tegas lurus perintah pimpinan," ujar Bambang.

Menurutnya, hasil survei elektabilitas calon presiden hari ini belum bisa bicara banyak. Ganjar di sejumlah survei kerap menempati urutan teratas. Bambang bilang survei hanya memotret satu kurun tertentu.

Bambang membandingkan ketika Ganjar menjadi bakal calon gubernur pada 2013. Elektabilitasnya hanya 3 persen pada awal-awal tahun. Namun, mendekati Pilgub angkanya naik.

Anggota DPR ini menyebut, survei hanya peperangan udara. Belum tentu memastikan kemenangan, karena ada peraturan di darat dan sebagainya.

"Begitu berita dishare, dimention, kemudian terhadap jangkauan, jangkauan inilah yang kemudian menaikkan popularitas dan kemudian elektabilitas dimana pertempurannya. Ya cuma di situ apakah itu membuat pertempuran akan menang? Ya belum, itu baru udara bos," tegasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah Inggris Laporkan Kasus Pertama Kematian Karena Covid-19 Omicron

Aksi Pengeroyokan Seorang Polisi di Pondok Indah Sudah Berhasil di Amankan Oleh Pihak Polisi, 2 Orang Menjadi Tersangka

Berita Soal Pemukulan Seorang Polwan Polda Sumsel yang Diduga Seorang TNI di Depan Makodam II Sriwijaya