Keindahan Luweng Sampang di Gunung Kidul, Bak Seperti Grand Canyon Ala Indonesia
DIY - Air setinggi 5 meter mengucur deras di antara 2 tebing. Dengan lebar 1,5 meter, lubang yang menganga di antara air terjun ini bisa ditelusuri. Merasakan guratan-guratan halus yang menghiasi dinding-dinding tebing. Eksotis, keelokan wisata di Gunung Kidul ini membuat Luweng Sampang disebut Grand Canyon ala Indonesia.
Sesuai dengan namanya, Luweng dan Sampang. Luweng yang berati lubang. Jika dilihat dari atas, Air Terjun Luweng Sampang ini bak memiliki lubang. Sedangkan Sampang sendiri wilayah desa yang terletak di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Suara gemericik air mengalun pelan. Ditemani dengan semilir angin. Nuansa alamnya masih terasa kental. Membuat susah beranjak dari tempat wisata di Gunung Kidul ini.
Area favorit wisatawan Lawu Sampang ada di balik lubang Luweng Sampang. Jika dilihat sepintas, guratan di bebatuan tebing itu membuat Luweng Sampang tampak seperti Grand Canyon di Amerika Serikat. Meski secara ukuran tidak semegah salah satu dari tujuh keajaiban dunia itu.
Di sini, para wisatawan bisa menelusuri ukiran unik batuan. Guratan halusnya menjadi corak cantik yang menghiasi batuan. Tebing terkikis cantik ini terbentuk akibat proses perubahan alam.
Air berwarna hijau kebiruan dengan ukiran batuan yang cantik menambah manis foto di laman Instagram, serasa di Grand Canyon. Membuat tempat di ujung batuan menjadi spot foto favorit wisatawan.
Di bagian bawah terdapat aliran sungai dengan batu-batuan kecil. Nampak indah dihiasi bebatuan cadas berwarna putih. Warnanya sangat jelas terlihat di sekitar air terjun. Dari bagian bawah ini para wisatawan bisa langsung merasakan kesegaran Air Terjun Luweng Sampang.
Konon katanya, terdapat sebuah terowongan kecil yang dulu pernah digunakan sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijaga. Lokasi pertapaan itupun dihiasi beberapa pancuran alami kecil yang begitu memesona.
Keindahan Air Terjun Luweng Sampang selalu berganti tergantung musim. Saat musim hujan, air terjun itu akan memiliki debit air yang besar dan warna airnya berubah menjadi kecokelatan.
Lain halnya pada musim kemarau, air terjun itu debit airnya akan lebih sedikit namun airnya berubah menjadi lebih jernih dan mengeluarkan warna hijau tosca yang begitu menawan.
Berkunjung ke Luweng Sampang tidak membuat kantong kering. Pasalnya, harga tiket masuk Luweng Sampang gratis alias tidak dipungut biaya. Cukup membayar parkir Rp 2 ribu untuk electric motor dan RP 5 ribu untuk mobil.
Wisata Luweng Sampang siap dinikmati pengunjungdari jam 6 pagi sampai jam 6 malam. Buka setiap hari kecuali hari Kamis. Perjalanan ke Luweng Sampang juga mudah, hanya 30 kilometres dengan waktu tempuh sekitar 45 menit saja dari Kota Yogyakarta.
Sesuai dengan namanya, Luweng dan Sampang. Luweng yang berati lubang. Jika dilihat dari atas, Air Terjun Luweng Sampang ini bak memiliki lubang. Sedangkan Sampang sendiri wilayah desa yang terletak di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Suara gemericik air mengalun pelan. Ditemani dengan semilir angin. Nuansa alamnya masih terasa kental. Membuat susah beranjak dari tempat wisata di Gunung Kidul ini.
Area favorit wisatawan Lawu Sampang ada di balik lubang Luweng Sampang. Jika dilihat sepintas, guratan di bebatuan tebing itu membuat Luweng Sampang tampak seperti Grand Canyon di Amerika Serikat. Meski secara ukuran tidak semegah salah satu dari tujuh keajaiban dunia itu.
Di sini, para wisatawan bisa menelusuri ukiran unik batuan. Guratan halusnya menjadi corak cantik yang menghiasi batuan. Tebing terkikis cantik ini terbentuk akibat proses perubahan alam.
Air berwarna hijau kebiruan dengan ukiran batuan yang cantik menambah manis foto di laman Instagram, serasa di Grand Canyon. Membuat tempat di ujung batuan menjadi spot foto favorit wisatawan.
Di bagian bawah terdapat aliran sungai dengan batu-batuan kecil. Nampak indah dihiasi bebatuan cadas berwarna putih. Warnanya sangat jelas terlihat di sekitar air terjun. Dari bagian bawah ini para wisatawan bisa langsung merasakan kesegaran Air Terjun Luweng Sampang.
Konon katanya, terdapat sebuah terowongan kecil yang dulu pernah digunakan sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijaga. Lokasi pertapaan itupun dihiasi beberapa pancuran alami kecil yang begitu memesona.
Keindahan Air Terjun Luweng Sampang selalu berganti tergantung musim. Saat musim hujan, air terjun itu akan memiliki debit air yang besar dan warna airnya berubah menjadi kecokelatan.
Lain halnya pada musim kemarau, air terjun itu debit airnya akan lebih sedikit namun airnya berubah menjadi lebih jernih dan mengeluarkan warna hijau tosca yang begitu menawan.
Berkunjung ke Luweng Sampang tidak membuat kantong kering. Pasalnya, harga tiket masuk Luweng Sampang gratis alias tidak dipungut biaya. Cukup membayar parkir Rp 2 ribu untuk electric motor dan RP 5 ribu untuk mobil.
Wisata Luweng Sampang siap dinikmati pengunjungdari jam 6 pagi sampai jam 6 malam. Buka setiap hari kecuali hari Kamis. Perjalanan ke Luweng Sampang juga mudah, hanya 30 kilometres dengan waktu tempuh sekitar 45 menit saja dari Kota Yogyakarta.
Komentar
Posting Komentar